Senin, 01 Juni 2009

UJIAN KEDAULATAN NKRI

Apa yang anda pikirkan atau apa yang anda ingat ketika mendengar kata Malaysia, Negara yang santun-kah? Negara tetangga Indonesia-kah? Ganyang Malaysia-kah? Genting Hightland-kah? Menara kembar petronas-kah? Mahathir Mohammad-kah (karena cukup legendaries) atau Siti Nurhaliza. Tetapi saat ini yang jelas yang terpikirkan dan yang kita ingat akhir-akhir ini adalah nasib TKI, Manohara AP dan pelanggaran kedaulatan NKRI .

Bicara NKRI maka harus bicara Amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada Anggota Angkatan Perang, 17 Agustus 1948 yang bunyinya sbb :

"Sebagai negara, kita telah tjukup mempunjai pantja indera. Negara ada. Pemerintah ada. Tentara ada. Rakjat ada. Kalau kita sekarang tidak mempunjai keinginan untuk terus merdeka, samalah artinja dengan baji jang tidak mau mendjadi manusia sempurna. Baji akan tetap tinggal mendjadi baji, digendong, ditimbang. Ia lebih dahulu lumpuh sebelum tumbuh."

25 Mei 2009 menjelang fajar mereka AL Malaysia dengan kapal perang KD Yu - 3508 (kapal perang TLDM jenis fast attack craft - gun) didapati telah masuk perairan Ambalat yang merupakan wilayah perairan Indonesia. Hal ini terdeteksi KRI Untung Suropati yang sedang berpatroli dan mendapati mereka AL Malaysia telah melewati batas sejauh 12 Mil laut masuk keperairan Indonesia, setelah diusir TNI AL malah mereka masih main2 kewilayah timur Ambalat. Karena peringatan terakhir tidak diindahkan KRI untung Surapati terpaksa menggiring mereka untuk menjauh dari wilayah perairan Indonesia. Untuk informasi kita bahwa KRI Untung Suropati bersama-sama dengan KRI Hasanuddin pada hari sebelumnya mengusir KD Baung - 3509. Pada hari yang sama pula, helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency memasuki wilayah udara NKRI. Begitu juga dengan pesawat Beechcraft TLDM melakukan pelanggaran kedaulatan wilayah udara NKRI sejauh 40 mil laut http://www.tandef.net

Ada apa ini sebenarnya? Mengapa mereka seenaknya bermain, bermanufer kewilayah perairan Indonesia. Ini sindiran pedas terhadap kita bangsa Indonesia, ini pukulan dan tamparan keras terhadap kita bangsa Indonesia. Mereka seenaknya mengatakan “salah membaca peta” dan kita menerima alasannya dengan tangan terbuka demi stabilitas bangsa dan Negara.

Jakarta (ANTARA News) menulis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa masalah kedaulatan dan keutuhan negara merupakan kepentingan nasional yang tidak dapat dikompromikan.
"Upaya untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan negara, kita laksanakan dengan berbagai cara," kata Presiden, dijelaskan Kepala Negara bahwa upaya untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan negara dilaksanakan mulai dari pendekatan yang paling lunak hingga paling keras.
Dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia dalam menangani permasalahan ancaman kedaulatan tersebut, kata Presiden, beragam cara dan pendekatan telah dilakukan. Namun di era demokrasi dan reformasi sekarang ini, sejauh mungkin pemerintah menggunakan cara-cara yang damai dan persuasif yang mengedepankan pendekatan keadilan dan kesejahteraan.

(sumber foto wikipedia)

Read More..

8 komentar:

Dinoe mengatakan...

Nice info bang...

bunga raya mengatakan...

wah infonya mengenang kita akan para pahlawan kite neh salut om kembali pada masa lalu memang tak selamanya norak contohnya kalau kita kembali mengenang beliaung malah bagus kan..
salut

anggaarie mengatakan...

tembak aja kalo macem2..perang ya perang...hihihihi

eppie-cool mengatakan...

anggaarie...nggak cukup semangat doang. peralatan perang kita nggak memadai, cuma cukup u jaga-jaga untuk perang lewaaaat

ucu atan mengatakan...

ngajak berantem neh mereka
pantang mundur
Hidu Indonesia Raya

ADVINTRO mengatakan...

ambalat ambalat!

Marianus mengatakan...

Kalau negara yang hanya melanggengkan kekuasaan memang begitu... di injak-injak orang juga nggah-nggeh aja...

eppie - cool, mengatakan...

marianus : kapan decision maker RI kaya' Bung Karno doloe