berjuang kearah regulasi, untuk mencapai 25 persen, karena saat ini masih dibawah 10 persen,”jelasnya. Usulan ini merupakan kebijakan keberpihakan (affirmative policy) untuk mendorong IKM makanan dan minuman yang aturan mainnya akan dimasukkan ke ketentuan pasar modern dan tradisional, apakah di keppres, permendag, perda yang saat ini sedang dipelajari. Namun sejalan dengan regulasi akan diikuti dengan perubahan hasil produk IKM yang baik secara mutu maupun kemasan. Mengingat selama ini masih banyak beredar produk inport dengan kualitas yang bersaing. Industri makanan dan minuman IKM merupakan sumber kekuatan ekonomi Indonesia, maka perlu kiranya dilakukan perubahan pengembangan packaging dan higienis. Minimal sudah mendapat Produsen Industri Rumah Tangga (PIRT) dari BPOM atau setingkat dibawah MD. Untuk menembus pasar ritel modern butuh perjuangan karena terkait dengan mutu, kemasan dan harga. Maklum produk-produk makanan dan minuman ringan seperti dari Thailand, Malaysia dan China sudah cukup kencang beredar dipasar local. Maka kedepan perlu dipertegas bahwa IKM makanan dan minuman harus mengacu kepada standar mutu agar kita bisa menjadi pemain dinegara sendiri. (Diadopt dari Tribun Batam, hanya untuk sharing ke pembaca dan bagaimana wacana Depperin tersebut dapat dilihat sebagai peluang pasar mikro dan kecil didunia perbankan dan bagaimanapula kita bisa memanfaatkan ceruk-ceruk pasar (market niche) UMKM yang potensial yang terbukti mampu menghadang dan tetap eksis pada saat krisis ekonomi global saat ini)
Selasa, 14 April 2009
BANGKITLAH IKM DAN UMKM
berjuang kearah regulasi, untuk mencapai 25 persen, karena saat ini masih dibawah 10 persen,”jelasnya. Usulan ini merupakan kebijakan keberpihakan (affirmative policy) untuk mendorong IKM makanan dan minuman yang aturan mainnya akan dimasukkan ke ketentuan pasar modern dan tradisional, apakah di keppres, permendag, perda yang saat ini sedang dipelajari. Namun sejalan dengan regulasi akan diikuti dengan perubahan hasil produk IKM yang baik secara mutu maupun kemasan. Mengingat selama ini masih banyak beredar produk inport dengan kualitas yang bersaing. Industri makanan dan minuman IKM merupakan sumber kekuatan ekonomi Indonesia, maka perlu kiranya dilakukan perubahan pengembangan packaging dan higienis. Minimal sudah mendapat Produsen Industri Rumah Tangga (PIRT) dari BPOM atau setingkat dibawah MD. Untuk menembus pasar ritel modern butuh perjuangan karena terkait dengan mutu, kemasan dan harga. Maklum produk-produk makanan dan minuman ringan seperti dari Thailand, Malaysia dan China sudah cukup kencang beredar dipasar local. Maka kedepan perlu dipertegas bahwa IKM makanan dan minuman harus mengacu kepada standar mutu agar kita bisa menjadi pemain dinegara sendiri. (Diadopt dari Tribun Batam, hanya untuk sharing ke pembaca dan bagaimana wacana Depperin tersebut dapat dilihat sebagai peluang pasar mikro dan kecil didunia perbankan dan bagaimanapula kita bisa memanfaatkan ceruk-ceruk pasar (market niche) UMKM yang potensial yang terbukti mampu menghadang dan tetap eksis pada saat krisis ekonomi global saat ini)
Senin, 13 April 2009
KIAT-KIAT DALAM MENGANTISIPASI RISIKO DALAM PEMBERIAN KREDIT
Setiap pemberian kredit, bank selalu berada pada dua sisi yang berbeda. Sisi pertama “Pembiayaan kredit berhasil dan dana kembali”, sisi kedua “Kredit gagal dan dana tidak kembali”.
Untuk mengantisipasi hal tersebut bank harus memiliki benteng yang kuat yaitu
“JAMINAN KREDIT”.
Kejujuran debitur adalah hal yang utama. Seorang bankir tidak boleh mempunyai rasa ragu terhadap debitur yang dibiayai. Jika ada keraguan jawabannya hanya…”KREDIT DI TOLAK”.
Bank sebaiknya tidak memberikan kredit kepada debitur yang mempunyai usaha tidak dimengerti petugas bank. Karena hal tersebut akan mengakibatkan timbulnya analisis yang beresiko. Seorang banker tidak perlu malu mengakui jika tidak mengerti dengan usaha/bisnis yang dilakukan debitur.
Keputusan kredit adalah keputusan yang professional yaitu tanpa ada tekanan dan beban rasa takut. Jika ada hal itu, “JANGAN MENGAMBIL KEPUTUSAN”.
Tujuan utama kredit adalah pengembalian/pelunasan. Artinya bukan untuk menyita agunan/jaminan, atau karena hal-hal lain misalnya ; agar lebih dekat dengan debitur, untuk mengikat debitur (karena salah satu nasabah prima), dll.
Juka bank memiliki data-data yang lengkap maka dapat mendukung suatu keputusan yang tepat. Fakta akan sangat membantu dan apabila dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya akan udah dalam mengambil keputusan. Karena itu kembangkan rasa ingin tahu, sebab debitur yang baik justru akan lebih senang berhadapan dengan bank yang benar-benar tahu bisnis/usaha yang sedang ditekuninya.
Bank sebagai pihak yang memberikan kredit harus paham dengan siklus bisnis/usaha debiturnya. Sehingga bank dapat mengevaluasi risiko-risiko yang mungkin timbul dimasa yang akan datang.
Kemampuan debitur dalam memenej/mengelola bisnisnya merupakan penilaian yang penting sebelum kredit diberikan. Petugas bank harus tahu lingkungan bisnis/usaha debitur dan usahakan agar informasi didapatkan sebanyak mungkin.
Bank yang memberikan kredit hanya berdasarkan kekuatan agunan dapat disamakan dengan perusahaan pajak gadai
Agunan kredit adalah salah satu pengamanan agar asset debitur tersebut tidak dikuasai pihak lain, dan menempatkan bank pada posisi negosiasi yang kuat. Oleh karena itu penilaian agunan harus dilakukan secara professional yaitu berdasarkan fakta sebenarnya dan lakukan tindakan hokum/pengikatan yang dapat mengamankan posisi bank dari segala macam risiko.
Pemberian kredit kepada pengusaha kecil lebih berisiko disbanding kepada pengusaha besar. Karena pengusaha kecil hanya berdasarkan keputusan satu orang sedangkan pengusaha besar harus melalui keputusan beberapa orang.
Kurang lengkapnya administrasi akan membuat kredit tersebut menjadi lemah. Lengkapnya administrasi merupakan urat nadinya perkreditan, ingatlah bahwa dokumen/administrasi akan sangat berguna apabila kredit tersebut mulai bermasalah. Karena kekuatan dokumen merupakan benteng/senjata bagi bank apabila kredit menjadi perkara dipengadilan/BUPLN.
Informasi bank sangat berguna dalam mengambil keputusan kredit. Apabila debitur bank lain mengajukan kredit kepada kita, hal tersebut harus menjadi pertanyaan besar dan harus menjadi perhatian serius. Karena apa yang sedang terjadi harus diketahui, baik dari hasil wawancara atau dari sumber-sumber lain sebelum diambil suatu keputusan pemberian kredit.
Jika debitur mendesak agar kredit segera dicairkan, maka keputusan yang paling tepat adalah “DITOLAK”. Analisa kredit bagaikan menganalisa sebuah perkawinan yang tidak dapat diputuskan dengan cepat, namun harus dilakukan dengan tenang dan dengan kosentrasi yang sangat terfokus.
“LEBIH BAIK DIKATAKAN BODOH HANYA SEKALI OLEH DEBITUR YANG KECEWA, DARIPADA DIKATAKAN BODOH SERIBU KALI OLEH MANAJEMEN BANK YANG KECEWA”.
Jika jaminan yang diserahkan adalah milik orang lain/pihak lain, maka bank harus yakin bahwa yang bersangkutan harus tahu akan kewajibannya apabila kredit tersebut bermasalah. Untuk itu kepada pihak bank diwajibkan menginformasikan apa-apa saja yang menjadi kewajiban dan tanggungjawab pemilik jaminan (melalui wawancara) apabila kredit tersebut bermasalah, agar dibelakang hari tidak ada pihak yang kecewa atau dirugikan.
Pantau/telusuri penggunaan dana kredit, dan lihat/pelajari perkembangan usaha yang dibiayai serta bandingkan dengan sebelum mendapat kredit. Lakukan monitoring secara ketat dan apabila perlu lakukan pembinaan agar usaha yang dibiayai berjalan lancar dan kredit kembali dengan baik.
Berfikirlah pertama-tama untuk bank, atau utamakan kepentingan bank daripada kepentingan debitur. Secara keseluruhan ketentuan dan peraturan mungkin belum sempurna namun melanggarnya adalah tindakan yang sangat gegabah. Selalulah berfikir bahwa dana kredit yang diberikan adalah uang kita sendiri, dan bagaimana perlakuan kita jika uang tersebut tidak kembali.
sebuah catatan konsolidasi audit internal
MANAJEMEN STRES
Stres bukan sekadar hasil dari tekanan eksternal, namun dapat dibawa oleh perasaan-perasaan yang berasal dari dalam seperti harapan, ketakutan dan keyakinan. Stres dapat sangat bervariasi dari individu satu dengan individu yang lain. Yabg merupakan stres tingkat tinggi pada seseorang bisa jadi merupakan sesuatu yang menggairahkan, menantang dan sebuah kesempatan untuk orang yang lain. Semuanya tergantung pada persepsi individu dan penilaian pada situasinya.
Stres adalah hasil dari tekanan-tekanan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tekanan-tekanan internal dan eksternal bertimbun dan stres adalah hasil dari terlalu banyaknya tekanan. Namun tingkat toleransi sangat bersifat individual, beberapa orang dapat menghadapi lebih banyak stres daripada yang lain.
Stres sungguh merupakan suatu ciri warisan dari jaman pendahulu kita sejak masa prasejarah dan respons “FLIGHT OR FIGHT_kabur atau serang”. Saat saudara-saudara kita yang belum maju menghadapi situasi penuh tekanan, biasanya merupakan tekanan fisik secara alamiah. Maka tubuh akan mempersiapkan diri untuk menyerang atau menyelinap dan melarikan diri. Ini dicapai melalui pelepasan sejumlah besar andrenalin yang meningkatkan aktivitas otak, detak jantung dan kapasitas paru-paru. Gula darah juga terlepas kedalam aliran darah dalam jumlah besar sebagai bahan bakar untuk menghasilkan tindakan-tindakan yang harus dilakukan. Respon-respon ini bisa jadi sangat berguna untuk saudara jauh kita itu, namun bagi pekerja modern, mereka berada pada lingkungan modern yang sepenuhnya serba berlebihan.
Otak, dalam tekanan, memulai respons-responsnya, namun dengan tidak adanya keluaran fisik, stres ini mengganggu baik tubuh maupun jiwa. Ini menimpa orang-orang yang berbeda pada tingkatan yang juga berbeda, namun secara umum respons fisik primitive adalah factor negative saat tingkat stres tinggi. Stres dapat mengganggu performa kerja dan mempengaruhi bisnis dalam berbagai cara berbeda.
Beberapa solusi memerlukan program yang mendorong pekerja untuk menggunakan fasilitas fitness dan kesenangan, serta menyediakan informasi tentang keuntungan berolahraga secara teratur dan pola makan yang tepat. Kedua factor ini dapat membantu menengahi dan mengurangi efek berbahaya dari stres.
Telah diakui secara meluas bahwa orang yang menjaga stamina diri dapat menghadapi tekanan yang mereka temui ditempat kerja dengan lebih baik, dan juga pulih lebih cepat dari masalah yangberhubungan dengan stres. Memiliki waktu untuk relaks dan menjauh dari tekanan dari tempat kerja adalah hal yang penting, ibarat mengisi kembali baterai fisik dan mental guna meningkatkan performa setelah waktunya habis.
Relaksasi berbagai macam cara dan bentuk aktivitasnya, misalnya istirahat minum kopi, berbincang-bincang dengan orang lain dapat membantu mengurangi tensi dan membantu pikiran untuk lebih focus pada area dan isu diluar tempat kerja. Metode lain bisa juga dengan mendengarkan music, meditasi, istirahat sejenak. Cara ini dapat membantu individu untuk mencapai “bingkai pikiran” yang lebih baik ditempat kerja, ada juga yang sedikit lebih ekstrim adalah merokok. Arti dari semua itu adalah bagaimana bisa membuat pikiran yang terbebani tadi berhenti bekerja dan memfokuskan pada aktivitas lainnya.
Kebugaran juga suatu hal yang patut dinomorsatukan dalam hal mengelola stres, karena stres bisa berakibat potensial. Kebugaran fisik bisa dilakukan dengan rutin berolahraga. Suatu perusahaan/organisasi haruslah mempersiapkan insentif untuk para karyawan/pekerja untuk berolahraga secara teratur, karena hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak, peningkatan kebugaran akan meningkatkan kesehatan menuju peningkatan produktivitas dan mengurangi insiden seperti serangan jantung bagi elemen-elemen perusahaan/organisasi sebagai figure menejemen kunci.
Ingatlah untuk …………….
Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang, mencintailah seolah-olah anda tak pernah terluka dan menarilah solah-olah tak seorangpun melihat.
Insentif, penghargaan nyata ataupun tidak merupakan salahsatu cara untuk memperoleh partisipasi individual. Namun jika kita bermaksud menuai keuntungan jangka panjang, program latihan yang lebih konprehensif perlu diadopsi. Ini berarti menempatkan Olah Raga kedalam etos perusahaan, membuatnya sebagai bagian dari budaya perusahaan.
Para Top Manajemen hingga kepemimpin-pemimpin kecil organisasi/perusahaan harus dapat meyakinkan kepada setiap individu dibawahnya bahwa olah raga harus dapat dinikmati tanpa keterpaksaan agar setiap individu melihatnya penting dan bukanlah suatu tugas/perintah yang muaranya adalah dapat menemukan keseimbangan antara tekanan dan relaksasi yang memungkinkan performa kerja yang tinggi dan produktif namun dengan tingkat stres yang sangat rendah. (eppie-cool)
Pelatihan Bagi Pegawai Kedai dan Evaluasi Kinerja Kedai PT. Bank Riau
Untuk meningkatkan kinerja Kedai dan untuk mengevaluasi kinerja Kedai PT Bank Riau, Divisi SDM mengadakan pelatihan. Pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Ratu Mayang Garden, Pekanbaru berlangsung dari tanggal 6-8 April 2009. Pelatihan yang bertema “Pelatihan Bagi Pegawai Kedai dan Evaluasi Kinerja Kedai PT. Bank Riau”. Pelatihan ini diikuti oleh 58 orang yaitu pegawai Kedai dan Pemimpin Kedai, baik yang sudah beroperasi maupun yang akan beroperasi.
Pelatihan bagi pegawai Kedai dan Evaluasi Kinerja Kedai PT. Bank Riau ini dibuka oleh Direktur Konsumer dan Mikro, Ruslan Malik. Kedai Bank Riau merupakan ujung tombak Bank Riau yang dibuka untuk menjangkau daerah-daerah. Tujuannya agar menjadi motor penggerak
pertumbuhan ekonomi dan usaha khususnya untuk pengusaha kecil dan mikro yang berbasis ekonomi kerakyatan. Selain itu Kedai Bank Riau juga melayani berbagai transaksi perbankan yang selama ini sudah dikenal.
Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini menghadirkan pembimbing yang berasal dari internal Bank Riau seperti Direktur Utama Bank Riau, Erzon dan juga Direktur Konsumer dan Mikro, Ruslan Malik turut memberikan pengarahan bagi seluruh peserta. Dalam pengarahannya, Erzon menyampaikan “Dengan moto baru kita The Spirit to Grow, Emphaty and Action diharapkan semua karyawan dapat memperbaiki kinerja dan menjalankan budaya kerja Bank Riau”.
Saat ini target yang ingin dicapai Kedai Bank Riau belum tercapai, yaitu sebesar 10 M untuk setiap kedai. Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memicu dan memberi motivasi bagi kedai yang telah beroperasi maupun yang akan beroperasi, untuk mencapai target yang diharapkan. Untuk saat ini sudah banyak kompetitor dan saingan yang dihadapi Bank Riau dengan market UMKM cukup ketat. Dan Kedai Bank Riau diharapkan dapat bersaing dengan bank-bank nasional yang ada di Riau dan Kepulauan Riau.
Saat ini Bank Riau telah memiliki 7 kedai Bank Riau yang telah beroperasi, yaitu Kedai Marpoyan, Kedai Jalan Durian, Kedai Pasar Sail, Kedai Pasar Sei Apit, Kedai Pasar Kuok, Kedai Pasar Air Tiris, Kedai Minas. Bank Riau kedepannya akan terus membuka Kedai Bank Riau di daerah lain yang potensial, yang diharapkan dapat mendorong UMKM di daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat Riau dan Kepulauan Riau.
SEGERA DIBUKA KANTOR KEDAI PASAR TANJUNGPINANG, KEDAI PASAR KERINCI MENYUSUL..........
Read More..
Rabu, 08 April 2009
KISAH SI ONIDUS Part 3
Kembali pada mitos Si Onidus waktu masuk dinas pagi diawal tahun 2007 yll, pagi itu memang pagi yang sangat menegangkan bagi saya karena berdasarkan kesepakatan dengan Bapak Pemimpin kami telah melayangkan surat panggilan kepada si office boy agar datang kekantor untuk menyelesaikan permasalahan. Si Onidus berpakaian rapi putih biru seragam PDH kebanggaannya hari itu berdiri menjaga pintu masuk kantor dan terlihat kantor mulai ramai dikunjungi nasabah, karyawan/wati pun mulai sibuk dengan aktivitas pelayanan sedangkan saya saat itu diruang kerja saya sedang melayani tamu dari dinas kecamatan dan karena membutuhkan persetujuan yang bukan wewenang saya jadi perlu melibatkan pemimpin, kala itu saya ajak tamu kecamatan keruangan Bapak Pemimpin. Ketika diruangan beliau saya melihat permasalahan bisa dihandlenya saya meminta izin kembali keruangan saya untuk melanjutkan pekerjaan yang menumpuk dimeja. Tak beberapa lama si office boy datang menemui saya sambil membawa surat panggilan dengan berpakaian bebas, memakai jacket kulit dan terlihat ketegangan diwajahnya walaupun ia memaksa untuk tersenyum, tak banyak yang dibicarakan dia hanya ingin menghadap pemimpin sebentar katanya, saya bilang beliau ada tamu tunggulah sebentar. Beberapa saat terlihat tamunya keluar dari ruangan dan si office boy berdiri mau langsung menuju ruang pemimpin tetapi, “sebentar bang, biar saya kabari ke bos dulu” kata saya mencegah dan saya langsung berjalan keruangan pemimpin yang kebetulan berhadapan dengan ruangan saya, rupanya si office boy ada dibelakang saya dan menunggu diluar pintu ruang pemimpin. “Pak, bang xxxxx mau ketemu pak, terkait surat yang kita layangkan untuk dia semalam pak”, kata saya dan dijawab pemimpin ,“boleh suruh dia masuk”. Belum sempat saya ajak si office boy untuk masuk dia langsung menuju kearah pemimpin dan memukul dada pimpinan, saya saat itu coba menenangkan dengan memegang tangan kiri si office boy namun saya didorong kesamping dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mengeluarkan sesuatu dari balik jacket kulit yang ternyata sebilah keris yang panjangnya kurang lebih sejengkal orang dewasa dan coba menghunuskannya kearah bapak pemimpin, karena terdesak kebetulan bapak pemimpin berada
dibelakang meja langung mengambil stick golf yang materialnya besi murni dan coba mempertahankan diri, sedangkan saya saat itu masih memegang sebuah pena dan sangat tidak tepat kalau mengambil keputusan tetap berada diarena itu. Alhasil langkah seribu saya ambil langung turun ke lantai bawah untuk memangil security atau polisi saat itu, “Onidus, cepat keatas, bang xxxxx lagi mengamuk tu” kata saya terburu-buru. Si Onidus naik ke atas melalui tangga dan menurut teman-teman yang berada diruang atas lucunya hanya berdiri di ujung tangga melihat aksi sijagoan diruang pemimpin. Semuanya begitu cepat, si office boy kabur, bapak pemimpin sibuk menelepon petinggi AL dan Polisi, anehnya lagi ketika saya mau kembali naik ke lantai atas, dilantai bawah berselisih jalan dengan si office boy dan dia menjabat tangan saya dan mengatakan,” saya minta maaf melakukan ini pak” begitu si office boy berbicara dengan wajah memelas. Sedangkan teman-teman lain sudah mengerumuni ruang bapak pemimpin ketika saya juga udah berada disana untuk memastikan apakah sudah aman termasuk juga si onidus tampak tegang juga. Singkat cerita perselisihan berakhir damai dihadapan petugas kepolisian dan si office boy pun tidak lagi diperpanjang kontraknya, tak beberapa lama masuklah Wahab 2 si baby romeo sebagai penambah keceriaan dan kebingungan umat dikantor tercinta.
Dipikir-pikir mungkin saja kebetulan kejadian itu saat si Onidus dinas pagi tetapi ada lagi ada lagi ada lagi kejadian yang tak kalah heroic si Onidus, tetapi tidak perlu detail kita ceritakan disini sebut saja kejadian terbakarnya blok amper meteran listrik ruko sebelah kantor yang juga hampir membakar amper meteran listrik kantor, Alhamdulillah berkat kesigapan si Onidus dengan racun api yang berat isinya 7 kg berhasil menghindari dan memadamkan kebakaran. Begitu juga kejadian lain yang juga saat si Onidus dinas pagi, terjadinya kebakaran warung makan yang berada persis di depan kantor hanya dibatasi jalan raya. Si Onidus pahlawannya, bagaimana tidak dengan posturnya seperti diceritakan di Part # I, dia sanggup mengangkat tabung racun api yang berat isinya 7 kg sambil mengarahkan semprotannya kearah kobaran api dengan jarak cukup dekat, bahkan masuk kedalam warung sendirian sambil mengangkat tabung racun api tadi tanpa berpikir-pikir panjang, akibatnya api dapat dijinakkan dan onidus wajah dan pakaiannya hancur habiiiis terkena siraman air oleh penduduk sekitar (sebagian besar karyawan ikut berpartisipasi membantu memadamkan kebakaran warung yang juga merupakan debitur). Selanjutnya lagi-lagi ada kejadian, pintu khazanah tidak bisa dibuka juga saat si Onidus masuk pagi yang akhirnya terpaksa dilakukan penanganan serius dengan menjebol dinding beton dengan material terbaik yang sangat susah menembusnya. Pokoknya banyak lagi kejadian yang memusingkan kepala yang tak tersebutkan disini tetapi bukan sulap bukan sihir, percaya atau tidak ini adalah kenyataan kalau si Onidus dinas pagi hati jadi was-was alias cemas. Mitos ini santer terdengar diinternal kantor si Onidus dan si Onidus tetap setia menjalankan tugasnya sehari-hari dengan senjata pamungkasnya bukan pistol ataupun sangkur yang selalu tergenggam tetapi dengan handphonenya yang cashingnya udah luntur lirik ini lirik itu, download ini dan itu dan kini sibuk berbisnis lewat dunia maya lewat blognya yang cukup terkenal dikomunitas blogger nasional…he..he..he…………………(bersambung)
