Era kerasahasiaan bank dan surga bebas pajak telah berakhir. Wafatnya telah diumumkan di London, Inggris, jum’at 3 Maret 2009 yll oleh pemimpin Negara-negara G20 include Indonesia, Uni Eropa dan Amerika Serikat yang merupakan negara-negara berkembang dan maju. Dan wafatnya era ini didasari dengan keinginan anggota komunike G20 untuk mengawasi pelarian dana kesejumlah tempat di berbagai Negara yang pemiliknya tidak bisa diketahui karena terikat kepada peraturan kerahasiaan perbankan ditempat tersebut. Informasinya tertutup rapat dan jelas saja dana-dana itu bebas pajak.
Kelompok 20 yang output ekonominya menguasai hamper 90% output ekonomi dunia itu segera mengumumkan tempat-tempat atau Negara-negara surge pajak seperti itu. Di industry keuangan dunia tempat-tempat itu bukan lagi menjadi rahasia karena diketahui sejumlah Negara Skandinavia, kawasan pasifik masih mengandalkan dana-dana kotor dari korupsi serta dana dari hasil kejahatan narkotika serta trafficking. Surga money loundering.
Dengan wafatnya era kerahasiaan maka tidak ada lagi tempat yang aman bagi uang-uang yang bisa menghancurkan perekonomian dalam seketika.
Kita perlu mengapresiasikan satu diantara sekian keputusan yang telah dilahirkan Negara-negara kelompok 20 ini, Indonesia dan Negara-negara lain akan bisa mengidentifikasi kejahatan pelarian dana dalam jumlah besar lintas Negara yang pemiliknya tidak bisa diketahui.
Seperti yang kita ketahui bahwa Money Loundering sebuah kejahatan yang marak dibicarakan didunia, seperti yang terjadi di Indonesia yang dikenal dengan Kasus BLBI_Bantuan Likwiditas Bank Indonesia yang aktornya kabur dan hidup nyaman diluar negeri bersama jarahannya yang uangnya disimpan dinegara-negara tertentu yang terikat aturan kerahasiaan bank.
Sehubungan dengan keputusan itu maka secara otomatis Indonesia terikat dengan regulasi dunia tersebut, Pekerjaan rumah pertama adalah merevisi UU Nomor 25 tahun 2003 mengenai Tindak Pidana Pencucian Uang, karena dipandang belum memenuhi prinsip internasional.
Dengan berlindung dibalik ketentuan kerahasiaan bank, secara tidak langsung perbankan terlibat dalam praktek Money Loundering.
Empat negara yang masuk dalam daftar hitam sebagai surganya penjahat pajak adalah Malaysia (Negara bagian Labuan), Filipina, Kosta Rika dan Uruguay. Mereka dianggap menolak kerjasama memberantas kejahatan pajak internasional. Di Organisasi Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) selain daftar hitam dikenal pula daftar abu-abu, Monako, Alpine, Singapura, Belgia, Brunai Darussalam, Chili, antiles (Belanda), Luxembourg, Bahamas, Bermuda Caymen di Kepulauan Karibia.
Sanksi tegas atas pembangkangan atau penolakan kerjasama adalah akan dikeluarkan dari keanggotaan Bank Dunia dan IMF. (Kompas.Com & Tribun Corner)
Jumat, 03 April 2009
WAFATNYA ERA KERAHASIAAN BANK
UPAYA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK
AGAR ORANG LAIN MENYUKAI ANDA
- Jangan mengritik, mencerca ataupun mengeluh.
- Berikan penghargaan yang jujur dan tulus.
- Bangkitkan minat dalam diri orang lain.
- Bersungguh-sungguhlah menaruh minat pada orang lain.
- Tersenyumlah.
- Ingat bahwa nama seseorang bagi orang bersangkutan merupakan suara yang paling manis dan terpenting dalam bahasa apapun.
- Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk bicara tentang diri mereka.
- Bicaralah tentang minat orang lain.
- Buat orang lain merasa penting dan lakukan itu dengan tulus.
AGAR ORANG LAIN MENGIKUTI CARA BERPIKIR ANDA
- Satu-satunya cara untuk memperoleh manfaat sepenuhnya dar perdebatan adalah menghindarinya.
- Tunjukkan penghargaan terhadap pendapat orang lain. Jangan pernah berkata,”Anda salah.”
- Kalau Anda salah, akui dengan segera dan dengan simpatik.
- Mulailah dengan cara yang ramah.
- Buatlah orang lain mengatakan “ya, ya” segera.
- Biarkan orang lain yang lebih banyak berbicara.
- Biarkan orang lain merasa ide itu merupakan idenya.
- Cobalah dengan sungguh-sungguh untuk melihat segala sesuatunya dari sudut pandang orang lain.
- Bersimpatilah dengan ide dan hasrat orang lain.
- Imbau motif-motif yang lebih mulia.
- Dramatisirlah ide-ide Anda.
- Lemparkan tantangan.
TO BE A LEADER
- Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur.
- Beritahukan kesalahan orang lain secara tidak langsung.
- Bicarakan kesalahan Anda sendiri sebelum mengkritik orang lain.
- Ajukan pertanyaan bukan memberi perintah langsung.
- Biarkan orang lain menyelamatkan muka.
- Pujilah peningkatan sekecil apapun, dan pujilah setiap perbaikan. - Jadilah “tulus dalam penerimaan Anda dan murah hati dalam pujian Anda.”
- Beri orang lain reputasi yang baik untuk dipenuhi olehnya.
Gunakan dorongan. Buatlah kesalahan kelihatan mudah untuk diperbaiki.
- Buatlah orang lain senang mengerjakan hal yang Anda sarankan.
Dipublikasikan untuk semua pecinta blog, dirangkum dari pemikiran Dale Carnegie
KATA BIJAK
“JIKA ANDA TERUS MELAKUKAN APA YANG SELALU ANDA LAKUKAN, ANDA AKAN SELALU BERADA PADA POSISI ANDA SEKARANG” (the Economish)
HARTA ANDA YANG PALING BERHARGA BUKANLAH ASET FINANCIAL ANDA. HARTA ANDA YANG PALING BERHARGA ADALAH ORANG-ORANG YANG BEKERJA BERSAMA ANDA, DAN APA YANG MEREKA BAWA DALAM KEPALA MEREKA DAN KEMAMPUAN MEREKA UNTUK BEKERJA BERSAMA-SAMA ( Robert Reich)
Sekedar mengingatkan kita……………………………….
Kamis, 02 April 2009
Tidak Seorangpun Suka Diperintah
menurut Anda mengenai ini? Ketika memeriksa sebuah surat dari salah satu asistennya, dia akan mengatakan,”Mungkin apabila kita mengungkapkannya dengan cara ini, akan kelihatan lebih baik.” Dia selalu memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengerjakan sendiri segala sesuatunya, dia membiarkan mereka melakukan pekerjaannya, membiarkan mereka belajar dari kesalahan mereka.
Teknik seperti itu membuat orang mudah memperbaiki kesalahannya. Teknik seperti itu mampu menyelamatkan rasa bangga seseorang dan memberikannya merasa dihargai, merasa dianggap penting. Cara kerja seperti itu mendorong semangat kerjasama, bukannya penentangan.
Rasa marah yang disebabkan oleh satu perintah yang kurang ajar, mungkin akan berakhir dalam waktu lama _bahkan bila perintah itu diberikan untuk mengoreksi suatu situasi yang jelas memang buruk.
Bercermin dari kejadian suatu pagi disuatu instansi pemerintah. Saat itu saya diareal parkir menunggu keponakan yang berurusan diinstansi tersebut, terlihat oleh saya seseorang yang saya tahu adalah kepala bagian diinstansi tersebut, gelisah dan berteriak mau memarkirkan mobilnya diparkir khusus kabag tersebut, namun terhalang mobil lain yang duluan parkir disitu yang tak lain adalah mobil tamu. “Mobil siapa yang parkir ditempat parkir saya?” kata sipejabat dengan kasar dan angkuhnya dan mengarah tangannya ke security yang saat itu sedang piket. Bersamaan terlihat ada tamu yang buru-buru menuju tempat kejadian, begitupula security tadi juga berlari kecil untuk mendekat. Ketika tamunya menjawab “maaf pak”, si pejabat kembali menunjukkan arogansinya kearah security dengan mengatakan “Segera pindahkan mobil itu sekarang juga, kamu masih mau kerja nggak?”.
Waktu itu security memang salah, tamunya juga salah. Seharusnya mobil tidak diparkir disana, tetapi efeknya mulai hari itu bukan hanya security itu saja yang membenci tindakan sikap si pejabat, melainkan rekan security, staf-staf lain dan para tamu diinstansi itu yang kebetulan menyaksikan kejadian juga ikut membenci dan jelas-jelas saya juga membencinya.
Bagaimana dia bisa mengatasi hal itu dengan cara berbeda? Kalau saja dia bertanya dengan cara yang ramah pada security,”Mobil siapa yang parkir disini?” dan kemudian memberi saran agar mobil itu bisa segera dipindahkan, tentu dengan semangat security yang lalai tadi mencari tahu pemilik mobil, atau dengan cepat dipindahkan dan kata maaf yang tulus akan dikatakan pemilik mobil, kemudian security tadi maupun staf-staf, tamu lain dan saya tidak akan marah dan merasa benci kepadanya.
Dengan cara mengajukan pertanyaan bukan hanya membuat sebuah perintah kedengaran lebih menyenangkan, cara itu seringkali mendorong kreativitas orang-orang yang Anda Tanya. Orang akan lebih suka menerima perintah kalau mereka ikut ambil bagian dalam membuat keputusan yang menyebabkan perintah itu dikeluarkan. Intinya tidak seorangpun suka diperintah maka ajukan pertanyaan, bukan memberi perintah langsung. (eppie-cool)
Rabu, 01 April 2009
KISAH SI ONIDUS DLL (Part 2)
Walaupun Si Wahab doyan belanja tapi dia cukup pemurah dan baik hati, kadang-kadang saya tertimpa keluhannya tentang peminjam uangnya yang banyak wanprestasi alias mogok sehingga ia pun mengikhlaskannya dan menjadikan mereka-mereka itu, maksudnya sipeminjam itu menjadi sahabatnya ERI-COMMUNICATOR: my and family. “daripada pusing mikirin piutang bang, ya ikhlaskan sajalah” timpal Si Wahab dengan wajah memelas. Dari daftar piutangnya ternyata ada juga nama Si Onidus, Wahab 2 si baby romeo dan sontoloyo kijang sang maestro batu petir ditangki minyak Motor Smash Ajaib.
Onidus lagi, lagi dan lagi memang onidus payahnya banyak tapi tetap dia terus berkembang dan tumbuh maju seperti moto bank daerah terkemuka tempat periuk nasinya yaitu the sprit to grow empathy and action, tak henti-hentinya dia berbuat dari rutin nonton televisi di Metro Chanel setiap Minggu Senin malam mendengarkan Si Super Mario Teguh, buka warung didepan salah satu sekolahan jual makanan kecil, jual mie goreng, jual es putri malam tah apalah namanya, berubah lagi berkebun cabe di keliling rumah orang tuanya, sempat juga hampir buka counter Hp namun gagal, jual ikan basah dengan membuat warung didepan rumah mertua dan pemasok krupuk ikan ke batam, terakhir saya dengar dia buka baby shop di kota Dabo.
Si Onidus memang pemberani, sebagian watak pengusaha sukses sudah diresapnya bisa dibilang suatu saat Si Onidus akan menjadi entrepreniur muda singkep yang sukses.
Suatu malam saya berbincang-bincang dengan Si Onidus yang kala itu lagi dinas malam tentang niatnya untuk mengambil atau melanjutkan angsuran motor tarikan kredit yang menunggak. “Gai mane pendapat abang?” kata Si Onidus. Wah bingung juga saya, dilihat dari sisi Si Onidus itu suatu kebutuhan tapi apa tak keberatan nantinya Si Onidus masalahnya ini jadi beban tambahan buat dia, lagi pula Si Onidus baru saja memiliki anak yang berumur beberapa bulan yang sedang lucu-lucunya menyusui dan selalu berbagi dengan Si Onidus sedangkan dari sisi bank perbaikan NPL. Saya tanya untuk apa nambah motor bukankah sudah ada Si Kaisar Mocin sipit tapi gelap, “itu nanti untuk operasional usaha ikan saye bang, meluncur ke pengambil (salah satu daerah nelayan dan pelabuhan kargo) tapi kalau saye berhalangan dinas pagi bisalah saye gaji orang (biasanya Si Onidus minta bantuan Si Alem Sarang Tawon Cucu Atok Gunung Muncung yang ahli dalam membantu para petinggi instansi ataupun perusahaan kalau hendak pindah dari Dabo), dan motor yang baru ini nanti buat saye pergi kerje serta untuk mobilitas orang rumah bang” jawab Onidus dengan logat bahasa keren melayu Dabo dan diiringi tangannya yang menyeka air liur yang jatuh tak terbendung dari mulutnya waktu itu, yang rupa-rupanya Si Onidus sariawan lagi. Saya coba sarankan pada Onidus, boleh-boleh saja dilanjutkan angsuran motor itu tetapi dengan syarat ia benar-benar konsisten agar bisa lebih produktif untuk menutupi tambahan kewajiban bulanannya.
Singkat cerita semua berjalan sepertimana yang diharapkan Si Onidus,motor bertambah, bisnis lancar rumah tangga aman tentram, makan kenyang berak lancar (istilah Si Kopral bergaji Jendral calon anggota dewan terhormat kabupaten lingga tahun 2014) dan Si Onidus hari ke hari, waktu ke waktu semakin spirit to grow.
Ada mitos yang tak disengaja santer terdengar dilingkungan kantor siap-siap kalau Si Onidus dinas pagi biasanya ada saja masalah yang akan timbul, dan mitos itu sendiri juga diakui Si Onidus. Diantaranya kejadian yang boleh dibilang masalah itu terjadi sekitar tahun awal tahun 2007 Si Onidus dinas pagi waktu itu masuk bekerja sepertimana biasa ………………….(bersambung)
